Minggu, 29 September 2019

Pemerintah Desa Woloklibang Pasang Baliho APBDes di Ruang Publik, Wujud Transparansi kepada Masyarakat

Foto: Muhamad Don Soge
Pemerintah Desa Woloklibang terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan terbuka kepada masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan memasang baliho Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di ruang publik agar dapat diketahui secara luas oleh warga desa.
Baliho APBDes tersebut dipasang di lokasi strategis yang mudah dilihat masyarakat, sehingga warga dapat mengetahui secara langsung berbagai program pembangunan, jumlah anggaran desa, hingga rincian penggunaan dana yang direncanakan dalam satu tahun anggaran.
Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai menjadi bentuk keterbukaan pemerintah desa dalam mengelola keuangan desa. Dengan adanya informasi yang dipublikasikan secara terbuka, masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pembangunan dan penggunaan dana desa.
Kepala Desa Woloklibang menyampaikan bahwa pemasangan baliho APBDes merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk membangun kepercayaan publik serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
“Melalui papan informasi ini, masyarakat bisa mengetahui program-program prioritas desa dan bagaimana anggaran digunakan. Kami ingin semua proses pembangunan berjalan secara terbuka,” ujarnya.
Dalam baliho tersebut tercantum berbagai informasi penting, mulai dari total pendapatan desa, alokasi belanja pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan, hingga anggaran penanganan kebutuhan sosial lainnya.
Warga berharap keterbukaan seperti ini dapat terus dipertahankan dan diikuti dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran. Menurut mereka, transparansi anggaran sangat penting agar pembangunan desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sabtu, 13 Juli 2019

Dibiayai dari Dana Desa, Woloklibang Bangun 14 Rumah Layak Huni

Foto: Muhamad Don Soge
Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus dilakukan Pemerintah Desa Woloklibang melalui program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga prasejahtera. Pada tahun anggaran 2019, pemerintah desa mengalokasikan dana untuk membantu pembangunan sejumlah rumah bagi masyarakat yang selama ini masih tinggal dalam kondisi kurang memadai.
 Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal yang aman dan layak dihuni. Bantuan rumah ini diperuntukkan bagi warga yang tergolong kurang mampu dan membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi hunian mereka.

Rabu, 11 Juli 2018

Poskesdes Woloklibang Disupervisi Oleh Tenaga Kesehatan Puskesmas Waiwadan

Foto: Crismon Yovanita Antoni

Terkait Masalah Transportasi, Kades Woloklibang Temui Wakil Bupati Flotim

Larantuka, Pos Kupang. Kepala Desa Woloklibang Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Anselmus Sili menemui Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli di ruang kerjanya, Senin (9/7/2018).
Anselmus datang bersama Ketua BPD Desa Woloklibang Hendrikus Sabon dan Anggota BPD Kristina Prada dan ketua Lembaga Pemangku Adat (LPA) Petrus Doni.
Ketiganya menyampaikan keluhan masyarakat desa di sana tentang kesulitan akses transportasi di desa mereka yang masih jalan tanah.
Ruas jalan Hurung-Woloklibang-Ilepati sepanjang sekitar 14 kilometer masih jalan tanah. Ketika hujan tiba praktis ruas jalan itu tidak bisa dilalui.
"Kalau hujan, kita pakai pikul jalan kaki ber-kilo-kilometer. Kalau dulu pakai kuda, sekarang jalan kaki," kata Anselmus.
Petrus Doni mengatakan, sudah tak tahan menunggu lama karena masyarakat sudah sangat menderita sekian lama.
"Kami sudah capek, ini sudah lama sekali kami hidup dalam kesulitan. Kita harapkan pemerintah memperhatikan ruas jalan di desa kami," kata Petrus.
Wakil Bupati Agustinus Payong Boli hanya mendengarkan keluhan masyarakatnya. Agus Boli mengatakan Kades, BPD dan ketua LPA sebenarnya ingin bertemu Bupati.
"Tapi tadi Bupati sudah ke Adonara, makanya mereka bertemu saya di sini. Semua daerah terisolir memang menjadi perhatian utama bapa bupati," kata Agus Boli.
Agus Boli mengatakan ada beberapa tempat yang menjadi daerah terisolir di Adonara dan semuanya ada di Adonara Barat. 
"Tahun 2018 ini kita selesaikan wilayah terisolir di Tanjung Bunga, kemudian kita selesaikan wilayah terisolir Adonara dan Solor," kata Agus Boli.
Agus Boli mengatakan rata-rata daerah terisolir daerah potensi pertanian dan perkebunan. Misalnya di Woloklibang cengkeh, mente, dan pinang.

Kehadiran pimpinan desa dan tokoh adat itu juga, kata Agus Boli, untuk meminta SDN filial segera didefinitifkan. (lik)

Jumat, 23 Maret 2018

TPP PKK Woloklibang Dilantik

Foto: Sonya Bethan

Foto: Sonya Bethan
Pelantikkan dilakukan bersamaan dengan TPP PKK Desa Duwanur, dan Riangpadu